Sabtu, 20 Desember 2014



Sterilisasi
Sterilisasi adalah suatu proses untuk membunuh/mematikan  semua organisme/jasad renik(pathogen a apatogen) yang terdapat pada atau di dalam suatu benda, sehingga jika ditumbuhkan ( dalam suatu media) tidak akan ada jasad renik yang dapat berkembang biak. Sterilisasi harus dapat membunuh jasad renik yang paling tahan panas, yaitu spora bakteri. Sterilisasi dilakukan bertujuan mendapatkan keadaan steril.
Sterilisasi sangat penting dalam penelitian2 di bidang mikrobiologi, mengingat bahwa penelitian terhadap suatu spesies mikroba harus selalu didasarkan atas penelitian terhadap sifat biakan murni spesies tersebut, sehingga untuk memelihara suatu mikroba secara biakan murni, perlu digunakan alat-alat dan medium yang bebas mikroorganisme atau steril
Sterilisasi dapat dilakukan dalam 4 tahap, yaitu :
1.     Pembersihan sebelum sterilisasi
2.     Pembungkusan
3.     Proses Sterilisasi
4.     Penyimpanan yang aseptic

Pada prinsipnya proses sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu : proses fisika, kimia dan mekanik.

Proses Fisika, dapat dilakukan dengan:

1.     Sterilisasi Secara Pemanasan dan Radiasi
A.   Pemanasan
Cara Pemanasan dibagi 2, yaitu :
a.     Pemanasan kering, yaitu proses pemanasan yang tidak mennunakan air
Dapat dilakukan dengan tiga cara :
i.                   Pemijaran/nyala api langsung (sampai merah)
Cara ini dipakai langsung (membakar), sederhana, cepat dan dapat menjamin sterilitasnya, namun penggunaannya terbatas pada beberapa alat saja. Contoh : pinset, jarum ose dan spatula logam
ii.                 Flaming(pembakaran sekejap)
Yaitu dengan cara melewatkan benda yang akan disterilkan pada api Bunsen tanpa membiarkan memijar. Contoh : mulut tabung reaksi, mulut tabung biakan dan gelas objek.
iii.              Udara panas kering
Cara ini pada dasarnya merupakan suatu proses oksidasi, cara ini memerlukan suhu yang lebih tinggi yaitu 160 -170o C selama 2 jam.
Dasar sterilisasi ini  adalah membunuh bakteri dengan udara kering yang panas(dehidrasi-oksidasi). Alat-alat yang disterilkan adalah : cawan petri, tabung reaksi, pipet volum, dan alat gelas lainnya. Bahan= bahan yang dapat disterilkan : serbuk(talk), lemak, minyak. vaselin.
Alat-alat yang disterilkan terlebih dahulu harus dicuci bersih, dilap kemudian dibungkus dengan aluminium foil atau kertas perkamen.
       
b.     Pemanasan basah, yaitu proses pemanasan dengan menggunakan air, dapat digunakan untuk mensterilkan bahan padat (alat gelas) atau cair (sediaan yang mengandung air : media pembiakan).
Ada beberapa cara pemanasan basah, yaitu :
1.     Dimasak dalam air biasa suhu 100oC (direbus),  pada suhu ini bentuk vegetative dapat dibunuh tapi bentuk spora masih bertahan. Oleh karena itu agar efektif membunuh spora maka dapat ditambahkan natrium nitrit 1% dan fenol 5%. Semua alat-alat yang disterilkan dengan cara ini harus terendam seluruhnya, waktu 30-60’.

2.     Dengan uap air  mengalir
Cara ini cukup efektif dan sangat sederhana. Dapat dipakai dengan dandang, dengan penangas air  yang bagian atasnya , diberi lubang agar uap air dapat mengaliri bagian alat yang akan disterilkan, waktu sterilisasi 30’ dihitung setelah mendidih. Caranya : alat-alat yang akan disterilkan dicuci bersih dan didesinfeksi,  dibungkus dengan kertas perkamen dan dimasukkan ke dalam dandang.

3.     Pasteurisasi
Yaitu: proses pemanasan pada suhu dan waktu tertentu, dimana semua mikroba pathogen dapat terbunuh
Pasteurisasi dapat dibagi dua yaitu :
a.     Pasteurisasi cepat : dilakukan pada suhu 72oC selama 15”
b.     Pasteurisasi lambat: dilakukan pada suhu 65oC selama 30’
*Spora dan bentuk vegetatif dari bakteri termofil tahan
*Setelah pasteurisasi, produk harus didinginkan secepat mungkin untuk
  mencegah pertumbuhan bakteri yang masih hidup.
*Pasteurisasi biasanya dilakukan terhadap susu, dapat juga : anggur, bir,  jus buah, cider (sari buah apel), madu, minuman olah raga, makanan kaleng
*Proses ini dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh Streptococcus
  grup A, misalnya Bakteri TBC dan Brucellosis

4.     Tindalisasi
Digunakan untuk bahan-bahan yang mengandung cairan yang tidak dapat disterilkan dengan autoklaf(tidak tahan pada temperatur tinggi dan kering). Misalnya untuk media yang mengandung telur, sterilisasi protein dll.
Alat yang digunakan disebut “ARNOLD STEAM STERILIZER”. Dilakukan dengan cara memanaskan medium/larutan menggunakan uap (T=100oC)
selama 30’ setiap hari selama 3 hari berturut-turut
Cara :
a.     Bahan disterilkan dengan menggunakan suhu 100oC selama 30’, dengan tujuan agar sel-sel vegetative mikroba terbunuh. Setelah itu bahan diinkubasi pada temperature kamar selama 24 jam, agar spora yang masih ada pada bahan tersebut berubah menjadi bentuk vegetative.
b.     Kemudian dilakukan sterilisasi tahap II pada suhu 100oC selama 30’, setelah itu diinkubasi  lagi pada temperature kamar selama 24 jam.
c.       Selanjutnya dilakukan sterilisasi tahap III pada suhu 100oC selama 30’, dan diinkubasi  lagi pada temperature kamar selama 24 jam.
d.     Sterilisasi dihentikan sampai tidak ada pertumbuhan sel vegetative  mikroba

5.     Pemanasan dengan uap air bertekanan
Sterilisasi cara ini merupakan cara yang paling umum digunakan dalam setiap rumah sakit. Alat yang digunakan disebut Autoclave, untuk membunuh bakteri yang paling tahan panas. Spora yang paling tahan panas akan mati pada suhu 121oC selama 15’ .Terdiri : suatu bejana tahan tekanan tinggi yang dilengkapi dengan manometer, thermometer, katup pengaman, pengatur tekanan dan tutup yang kuat.
      Caranya : alat-alat yang akan disterilkan dicuci bersih dan didesinfeksi, dibungkus dengan kertas perkamen dan dimasukkan ke dalam  autoclave. Bahan2 yang dapat disterilkan : media pertumbuhan, aquadest dll.
Cara menggunakan autoclave


Cara menggunakan autoclave:
a.   Sebelum melakukan sterilisasi cek dahulu banyaknya air dalam autoklaf. Jika air kurang dari batas yang ditentukan, maka dapat ditambah air sampai batas tersebut. Gunakan air hasil destilasi, untuk menghindari terbentuknya kerak dan karat.
b.  Masukkan  peralatan  dan  bahan.  Jika  mensterilisasi  botol  beretutup  ulir,  maka tutup harus dikendorkan.
c.    Tutup autoklaf dengan  rapat  lalu kencangkan baut pengaman agar  tidak ada uap yang keluar dari  bibir  autoklaf. Klep  pengaman  jangan dikencangkan terlebih dahulu.
d.  Nyalakan  autoklaf,  diatur  timer  dengan  waktu  minimal  15  menit  pada  suhu 121oC.
e.  Tunggu samapai air mendidih sehingga uapnya memenuhi kompartemen autoklafdan  terdesak  keluar  dari  klep  pengaman.  Kemudian  klep  pengaman  ditutup (dikencangkan) dan tunggu sampai selesai. Penghitungan waktu 15’ dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm.
f.   Jika  alarm  tanda  selesai  berbunyi,  maka  tunggu  tekanan  dalam  kompartementurun  hingga  sama  dengan  tekanan  udara  di  lingkungan  (jarum  pada  preisure gauge  menunjuk  ke  angka  nol).  Kemudian  klep-klep  pengaman  dibuka  dan keluarkan isi autoklaf dengan hati-hati.


6.     Sterilisasi dengan metode ultra high temperature (UHT)
Adalah : sterilisasi yang dilakukan pada suhu tinggi dalam waktu singkat (suhu 135-150oC sealam 2-6 detik). Dan umumnya untuk sterilisasi bahan cair (susu)

B.   Penyinaran ( Radiasi)
Beberapa sinar yang biasa dipakai dalam proses sterilisasi :
a.     Sinar Ultra Violet (UV)
Sinar ini mempunyai daya bakteriside yang tinggi sehingga biasa digunakan untuk mensterilkan ruangan. Contoh : kamar bedah,ruang pengisian obat dalam ampul dan flakon di industry farmasi. Ruang penanaman bakteri dalam media.
b.     Sinar Gamma dari Kobalt 60.
Sinar ini mempunyai daya penetrasi yang lebih besar dari sinar X, digunakan untuk mensterilkan material tebal. Contoh: Bungkusan alat-alat kedokteran, paket makanan.
c.      Sinar katoda
Sinar ini digunakan untuk menghapus hama pada suhu kamar terhadap barang yang telah dibungkus.

Proses Kimia
Steterilisasi secara kimia
Yaitu sterilisasi dengan menggunakan bahan kimia. Biasanya menggunakan desinfektan. Desinfektan adalah : Suatu bahan kimia yang dapat membunuh sel-sel vegetative jasad renik. Prosesnya disebut desinfeksi. Peralatan yang bisa disterilkan secara kimia al : sarung tangan, kateter dll

Zat-zat kimia yang dapat bersifat desinfeksi :
1.     Fenol dan derivatnya sebagai desinfektan maupun antiseptic
2.     Alkohol, contoh : etanol 70 - 90%
3.     Halogen beserta gugusnya , contoh : iodine(mengdesinfeksi kulit sebelum pembedahan), hypoklorit (sanitasi alat-alat rumah tangga)
4.     Logam berat, contoh : HgCl2, merkurochrom, mertiolat (antiseptic), perak nitrat (tetes mata pencegah penyakit mata pada bayi)
5.     Detergen
6.     Aldehid, contoh : uap formalin
7.     Gas steilisator, digunakan untuk bahan atau alat yang tidak dapat disterilkan dengan panas tinggi atau dengan zat kimia cair. Pada proses ini material disterilkan dengan gas etilen oksida  pada suhu kamar.

2.     Sterilisasi secara mekanik (filtrasi)
Yaitu sterilisasi dengan menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0.22 mikron atau 0.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringa tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang sangat peka panas (toksin, serum, darah dll),tidak tahan pada pemanasan tinggi ( medium yang mengandung senyawa gula)  Namun cara ini mempunyai kelemahan  yaitu : golongan virus mampu menembus filter atau saringan sterilisasi.

Beberapa jenis penyaring bakteri :
1.     Berkefeld filter
Elemen penyaring pada alat ini terbuat dari tanah diatonal, dengan tingkat porositas : kasar (viel=v), normal (N) dan halus (weing=w). Yamg biasa digunakan untuk penyaring bakteri adalah porositas N dan W.

2.     Chamberland filter
Elemen penyaring pada alat ini adalah porselin yang tidak dilapisi dengan email. Porositasnya bervariasi yakni : L1, L2, L3 dst. Yang biasa digunakan untuk penyaringan bakteri adalah L3.

3.     Seitz filter (filter asbes)
Merupakan alat penyaring dari “Stainless Steel” yang dilengkapi dengan penyaring asbes selulosa yang dapat diganti.

4.     Sintered glass filter/ultra filter dll.

-         Untuk penyaringan dengan filter bakteri diperlukan tekanan positif tertentu(20-30 mm Hg) deangan menggunakan pompa vakum
-         Tekanan 20-30 mm Hg dapat mempercepat penyaringan tanpa menyebabkan buih

Cara kerja menggunakan penyaring bakteri
-         Sterilkan saringan (Berkefeld, Chamberland, Seitz), membrane penyaring(kertas saring) dan Erlenmeyer penampung.
-         Pasang atau rakit alat-alat tersebut secara aseptis, lalu isi corong dengan dengan larutan yang akan disterilkan
-         Hubungkan katup erlenmeyer dengan pompa vakum, kemudian hidupkan pompa.
-          Setelah semua larutan melewati membrane filter dan tertampung di Erlenmeyer, maka larutan dapat dipindahkan ke dalam gelas penampung lain yang sudah steril dan tutup dengan kapas atau aluminium foil yang steril.



No.
Nama
Fungsi
Prinsip Kerja
1.
Spektrofotometer
Mengukur kerapatan optis dari suatu cairan
Berdasarkan prosentase transmisi dari suatu suspense yang akan diukur pada panjang gelombang tertentu
2.
Inkubtor
Memelihara biakan pada suhu konstan tanpa pengocokan
Menjaga suhu tetap konstan dengan aliran udara sebagai penghantarnya
3.
Oven
Sterilisasi alat-alat gelas
Mensterilkan alat dengan udara panas kering pada suhu tinggi dengan aliran listrik
4.
Autoklaf
Sterilisasi medium atau alat-alat yang tahan terhadap suhu dan tekanan tinggi
Pemanasan dengan uap air panas bertekanan tinggi
5.
Laminar Air Flow (LAF)
Ruang steril yang dipergunakan untuk memindahkan mikroorganisme
Mensterilkan udara sekitar dengan radiasi sinar UV secara horizontal
6.
Spatel drugalsky
Mentransfer biakan
-
7.
Mikropipet dan tip
Memindahkan cairan yang bervolume kecil
-
8.
Cawan petri
Membiakkan mikroorganisme
-
9.
Tabung reaksi
Menumbuhkan mikroba
-
10.
Labu Erlenmeyer
Menampung larutan
-
11.
Beaker Glass
Preparasi media, menampung aquadest dan lain-lain

12.
Tabung durham
Menampung atau men -jebak gas yang terbentuk akibat metabolisme bakteri, biasanya digunakan untuk bakteri koliform

13.
Pembakar Bunsen
Menciptakan kondisi yang steril
-
14.
Pinset
Mengambil benda
-
15.
Colony Counter
Menghitung colony bakteri atau jamur
-
16.
Jarum Ose
Mentransfer bakteri
Mengangkat sel
17.
Jarum Tanam Tajam
Mentransfer jamur
Mengangkat hifa
18.
Kaca silinder
Tempat larutan antibiotic
-
19.
Kulkas
Menghambat pertumbuhan mikroorganisme
Mengalirkan udara dingin pada medium


KESIMPULAN 
1.     Sterilisasi bertujuan untuk membebaskan suatu bahan dan bahan dari segala macam bentuk kehidupan terutama mikroorganisme yang tidak diiginkan.
2.     Alat-alat praktikum mikrobiologi-virologi terdiri dari alat non gelas berupa ; mikropipet dan tip. Alat gelas berupa; Cawan petri, tabung reaksi, spatel drugalsky, pipet volume, tabung durham, dan erlenmeyer. Alat instrumen berupa; oven, inkubator, Laminar Air Flow, Autoklaf dan Spektrofotometer. Alat lain berupa; jarum ose dan jarum tanam tajam.
3.     Cara sterilisasi alat-alat gelas dengan menggunakan oven, sedangkan alat-alat non gelas menggunakan autoklaf.
4.     Praktikum harus dilakukan secara aseptis untuk menghindari terkontaminasinya mikroorganisme yang tidak diinginkan baim itu pada alat-alat praktikum, medium dan pada anggota tubuh praktikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar